Mengapa kupilih dia meski tak sempurna,
Karna dia nyanyikan lagu kesukaanku,
Karna dia menggodaku saat ku menangis,
Karna dia jelek, gak bakalan saingan denganku,
Karna dia memberiku duit buat berbelanja,
Karna dia baik, suka membelikan permen,
Mengapa kupilih dia meski tak sempurna,
Karna dia laki-laki, masak jeruk makan jeruk?
Karna aku bisa gila-gilaan dengannya dalam segala hal,
Karna ternyata aku segila dia,
Karna dia kadang-kadang jorok, sejorok aku
Karna dia sering marah padaku kalo aku nakal
Mengapa kupilih dia meski tak sempurna,
Karna dia asik diajak jalan
Karna dia asik diajak ngobrol
Karna dia asik diajak bercinta
Karna dia asik diajak gila2an
Karna dia memang ‘asik gitu loh’ orangnya
Mengapa kupilih dia meski tak sempurna,
Karna dia hafal caraku berjalan,
Karna dia hafal caraku menyentuh
Karna dia hafal caraku bicara
Karna dia hafal cara marahku
Karna dia hafal setiap sifat dan tingkahku
Mengapa kupilih dia meski tak sempurna,
Karna dia membuatku puas lahir dan batin
Karna dia pintar dan aku butuh dia’
Karna dia terima aku apa adanya, terutama kecantikanku luar dan dalam (xexee...)
Karna aku sering memperkosanya dan dia diam saja
Kalo kau tanya mengapa kupilih dia meski tak sempurna,
Karna aku juga tidak sempurna dan aku ingin hidupku sempurna karna ada dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar