Ada banyak hal yang aku lakukan dan aku pikirkan untuk
menjadi seseorang yang lebih baik, to be someone better,
Tapi ada satu hal yang tak pernah berhenti aku lakukan
tanpa sempat aku pikirkan, yaitu mencintaimu...
Ya, mencintaimu...
Bagiku mencintaimu seperti bernafas, dan kau adalah udara
yang kuhirup...
Dimanapun aku, bagaimanapun keadaanku dan sampai kapanpun
sampai Izroil mencabut roh yang bersemayam di ragaku ini...aku akan tetap
bernafas, bahkan di bawah alam sadarku, saat raga terlelap dalam gelap, aku tak
bisa tidak mencintaimu selama jiwa masih bersenyawa dengan tubuh yang merapuh
ini...
Mencintaimu. Setiap mili detik aku lakukan tanpa rencana. Selalu.
Kemarin, hari ini, sepuluh jam yang lalu, delapan menit yang lalu, limabelas
detik yang lalu, sekarang, mungkin tiga detik kemudian, duabelas setengah menit
kemudian, tiga jam lagi, lima hari lagi, tiga belas minggu, empat bulan atau
dua tahun yang akan datang sampai entah... tak pernah bosan aku lakukan, karna
mencintaimu adalah kebutuhan.
Dan jika mencintaimu ibarat bernafas, maka merindumu
serupa sarapan pagiku, tiap pagi kulakukan disela-sela aku bernafas. Mungkin
jam tiga pagi (jika puasa) atau setengah enam, atau tujuh lebih dua belas
menit, atau delapan tiga puluh, atau malah tepat pukul sembilan,, atau
terkadang bahkan pada pukul sebelas lebih, tapi selalu aku lakukan... karna
rindu dan lapar tiadalah berbeda...
Apapun menunya. Mungkin semur jengkol, nasi goreng,
rica-rica, nasi padang, bubur ayam, gudangan, telor dadar atau tempe goreng
kesukaanmu...lapar harus tetap dituntaskan...
Dimanapun tempatnya. Di rumah saja, di kantin sekolah,
Warung soto Pak No, Sate Pak John, kedai Mr. Cappucino atau di lincak bawah
pohon Flamboyan yang teduh itu dengan nasi bungkus, dua gorengan dan teh hangat
dalam plastik transparan, lalu kita santap sambil ngobrol tentang tadi malam...
Sarapan juga kebutuhan,
Kemarin bagaimana, hari ini seperti apa, dan esok siapa
tau...
Tak peduli berapa kalori yang kita telan, atau berapa
Joule energi yang kita bebaskan, hasrat hati tetap kulakukan.
Mencintaimu dan merindumu, adalah candu, yang aku butuh
untuk melanjutkan hidupku,
Dan aku mati jika aku berhenti...
By Maila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar