hidup ini indah meski tak mudah

hidup ini indah meski tak mudah
hidup ini indah meski tak mudah

Kamis, 03 Januari 2013

Mencintaimu


Ada banyak hal yang aku lakukan dan aku pikirkan untuk menjadi seseorang yang lebih baik, to be someone better,
Tapi ada satu hal yang tak pernah berhenti aku lakukan tanpa sempat aku pikirkan, yaitu mencintaimu...
Ya, mencintaimu...
Bagiku mencintaimu seperti bernafas, dan kau adalah udara yang kuhirup...
Dimanapun aku, bagaimanapun keadaanku dan sampai kapanpun sampai Izroil mencabut roh yang bersemayam di ragaku ini...aku akan tetap bernafas, bahkan di bawah alam sadarku, saat raga terlelap dalam gelap, aku tak bisa tidak mencintaimu selama jiwa masih bersenyawa dengan tubuh yang merapuh ini...
Mencintaimu. Setiap mili detik aku lakukan tanpa rencana. Selalu. Kemarin, hari ini, sepuluh jam yang lalu, delapan menit yang lalu, limabelas detik yang lalu, sekarang, mungkin tiga detik kemudian, duabelas setengah menit kemudian, tiga jam lagi, lima hari lagi, tiga belas minggu, empat bulan atau dua tahun yang akan datang sampai entah... tak pernah bosan aku lakukan, karna mencintaimu adalah kebutuhan.
Mungkin sampai Tuhan menghentikanku...

Dan jika mencintaimu ibarat bernafas, maka merindumu serupa sarapan pagiku, tiap pagi kulakukan disela-sela aku bernafas. Mungkin jam tiga pagi (jika puasa) atau setengah enam, atau tujuh lebih dua belas menit, atau delapan tiga puluh, atau malah tepat pukul sembilan,, atau terkadang bahkan pada pukul sebelas lebih, tapi selalu aku lakukan... karna rindu dan lapar tiadalah berbeda...
Apapun menunya. Mungkin semur jengkol, nasi goreng, rica-rica, nasi padang, bubur ayam, gudangan, telor dadar atau tempe goreng kesukaanmu...lapar harus tetap dituntaskan...
Dimanapun tempatnya. Di rumah saja, di kantin sekolah, Warung soto Pak No, Sate Pak John, kedai Mr. Cappucino atau di lincak bawah pohon Flamboyan yang teduh itu dengan nasi bungkus, dua gorengan dan teh hangat dalam plastik transparan, lalu kita santap sambil ngobrol tentang tadi malam...
Sarapan juga kebutuhan,
Kemarin bagaimana, hari ini seperti apa, dan esok siapa tau...
Tak peduli berapa kalori yang kita telan, atau berapa Joule energi yang kita bebaskan, hasrat hati tetap kulakukan.
Mencintaimu dan merindumu, adalah candu, yang aku butuh untuk melanjutkan hidupku,
Dan aku mati jika aku berhenti...


By Maila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar