hidup ini indah meski tak mudah

hidup ini indah meski tak mudah
hidup ini indah meski tak mudah

Rabu, 06 Februari 2013

Our Choice is a Mirror of Ourself


Our choice is the mirror of our inner self... ;)

Berkali-kali aku diingatkan bahwa, “Pasangan kita adalah cerminan siapa kita.” Dan banyak juga orang yang percaya pada “opposite attractions”.

Lalu yang mana yang benar?

Aku, dengan kepala dan pemikiranku sendiri, menganggap keduanya benar. Begini, kita memang cenderung untuk tertarik pada sesuatu yang berbeda. Kalau kita pendiam, kita suka orang yang mampu berbicara tanpa henti karena menurut kita, mereka itu sangat menghibur. Kalau dalam tubuh kita tidak mengalir darah seni sama sekali, kita kagum pada orang yang sangat berjiwa seni.

Tapi itu ketertarikan. Dan ketertarikan bukanlah cinta. Ketertarikan itu menurutku hanya kekaguman, dan kekaguman biasanya tidak akan berlangsung lama. Selalu akan ada orang lain yang mempesona dengan keunikannya, karena Tuhan Maha Kreatif dalam menciptakan kita.



Dan kalimat “Pasangan kita adalah cerminan siapa kita”, menurutku, bukan melulu masalah fisik - namun lebih ke masalah emosional dan intelektual. Orang yang cerdas akan malas membina hubungan dengan orang yang bodoh, karena dia butuh teman bicara yang sepadan. Orang yang tidak suka drama, akan gerah bila pasangannya suka mengumbar masalah pribadi di status Facebook, misalnya.

Jadi kalau kamu mengeluhkan tentang pasanganmu yang telah bersamamu selama sekian lama, coba berkacalah lagi: Apakah dia sebenarnya cerminan dari dirimu sendiri?

Orang yang suka selingkuh jika berpasangan dengan orang yang juga selingkuh, akan awet. Orang yang takut berkomitmen akan senang-senang saja bersama orang yang memang tidak mau berkomitmen. Itu hanya sebagian contoh kecil.

Jadi kalau kita ingin pasangan yang lebih baik (dan “baik” menurut kita itu sifatnya relatif), jadilah manusia yang baik dulu. Ingin punya pasangan yang cerdas? Jadilah cerdas. Banyak membaca, banyak berpikir, dan bukan hanya pandai berbelanja atau “khatam” riwayat kehidupan Kris Dayanti, misalnya.

Tapi kalau kamu adalah orang yang setia, dan pasanganmu selingkuh - lalu bagaimana? Ya putuskan saja. Kamu tidak nyaman dengan hubungan itu kan? Dan orang yang setia berhak memiliki pasangan yang setia. Orang yang tidak jujur pantas untuk dibohongi. Ini lebih dari sekedar karma. Ini masalah hukum tabur-tuai. Give and take.

Setiap kali kamu merasa timpang dalam suatu hubungan, lihatlah ke sepatumu. Kamu tidak mungkin mengenakan sepatu yang haknya 17 cm di kaki kiri dan sepatu renang karet di kaki kanan kan? Yang namanya “pasangan” itu harus sama. Sama tinggi (sekali lagi, ini bukan masalah fisik), sama indahnya, sama tujuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar