Hal yang lucu tentang menulis bebas adalah, aku
biasanya hanya punya sebuah kalimat pembuka tanpa punya niat untuk menulis
tentang sesuatu. Lalu kemudian menjadi sebuah tulisan yang terdiri dari
beberapa ratus huruf. Terjalin begitu saja. Jemari seakan dibimbing oleh hati,
dan mereka tinggal menurutinya. Kepala tinggal menyesuaikan irama hati dengan
kata-kata yang pas.
Ibaratnya, jika tulisan-tulisanku adalah lagu - maka kepala adalah mesin liriknya, dan hati adalah pembuat nadanya. Ketika keduanya bergabung, tulisanku - seaneh dan se-absurd apa pun, adalah lagu, meskipun tidak banyak yang mengerti bagaimana cara untuk menikmatinya. Termasuk aku sendiri mungkin, jika membaca ulang tulisan-tulisan ini lagi beberapa puluh tahun yang akan datang.
Ibaratnya, jika tulisan-tulisanku adalah lagu - maka kepala adalah mesin liriknya, dan hati adalah pembuat nadanya. Ketika keduanya bergabung, tulisanku - seaneh dan se-absurd apa pun, adalah lagu, meskipun tidak banyak yang mengerti bagaimana cara untuk menikmatinya. Termasuk aku sendiri mungkin, jika membaca ulang tulisan-tulisan ini lagi beberapa puluh tahun yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar